Harga iPhone X dan Review Lengkapnya

Harga iPhone X - Apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar iPhone X? Mahal? Mewah? Keren? Ngiler? Pengen jual ginjal?? Apapun yang kita pikirkan tentang hp ini tidak akan mengubah keadaan kalau ini adalah hp pintar (smartphone) termahal sekaligus terunik yang pernah dirilis Apple. Berikut arhutek.blogspot.com mereview iPhone X lengkap dengan harga pasarannya di Indonesia.

Review iPhone X

Desain iPhone X
iPhone X atau yang disebut iPhone 10 adalah hp yang nyaman dimasukkan dikantong, dan super fit digenggaman.

Ketika sebelumnya saya menggunakan iPhone 7 Plus, lalu Galaxy Note 8, dan sekarang iPhone X, kantong celana terasa jauh lebih lega.

Apple sukses meracik layar 5.8 inci 19.5:9, dalam bodi hp berukuran 5.2 inci.

Kalau dibandingkan dengan Xiaomi Mi 6, dimensinya mirip.

Sayapun yakin lebih banyak yang suka desain iPhone X, dibanding yang tidak suka.

Bagian depannya full layar, tidak ada lagi tombol home fisik dan sensor fingerprint.

Yang ada hanya sederet sensor Face ID, untuk mengunlock pakai wajah.

Tapi sayangnya, sensor-sensor tersebut ditempatkan di bagian atas layar, yang akhirnya jadi bikin risih.

Tapi percaya ga percaya rasa risih yang saya rasakan cuma 2 hari, setelahnya sudah terbiasa dan enak-enak saja mau dipakai browsing, main game, atau nonton video.

Malah bukan tidak mungkin model iPhone X nantinya bakal diikutin hp Android.

Hal lain yang juga bikin risih sebagian orang adalah desain kameranya yang lagi-lagi sangat menonjol, dan ditempatkan vertikal di ujung kiri atas.

Dari segi estetika terasa kurang cantik.

iPhone X sendiri punya rangka bodi yang terbuat dari stainless steel jadi lebih solid dan kokoh.

Dan tentunya jadi makin berat, dimana bobotnya mencapai 174 gram.

Sementara untuk tombol-tombol fisik dan port letaknya masih sama.

Tombol power di kanan, sekarang ukurannya lebih panjang.

Tombol volume dan switch mute, ada dikiri.

Jack audio nihil. Port lightning, ada dibawah.

Dan satu yang pasti, iPhone X masih setia dengan sertifikat IP67 buat jaga-jaga dari bencana air.

Harga iPhone X dan Review Lengkapnya

Software iPhone X
Versi retail sudah langsung pakai iOS 11.1.1, walaupun versinya sama seperti generasi sebelumnya, tapi cara pakainya beda jauh.

Satu hal yang jadi penyebabnya adalah ketiadaan tombol home.

Jadi fungsi-fungsi yang tadinya bisa diakses dengan tombol home, sekarang di ganti geser yang kurang lebih mirip BlackBerry 10.

Berikut cara mengakses fungsi di layar iPhone X:
- Balik ke home iPhone X, tinggal swipe bagian terbawah layar ke atas.
- Buka recent apps iPhone X, swipe dari bawah layar ke atas kanan layar.
- Pindah apps iPhone X, swipe di bawah layar ke kiri dan kanan.
- Akses control center iPhone X, cukup swipe area pojok kanan atas layarnya.
- Lihat notifikasi iPhone X, swipe bagian tengah atas atau kiri atas layarnya ke bawah.

Jika ada yang bilang sistem geser ini tidak nyaman, sebenarnya tidak juga.

Karena pada kenyataannya saya lebih nyaman dan anti mainstream, jadi sudah lupa sama namanya tombol.

Prosesnya pun berasa cepat, halus, dan akurat.

Cuma memang agak repot kalau pakai satu tangan.

Karena area gesernya ada di ujung-ujung layarnya.

Selanjutnya yang juga banyak dipertanyakan orang-orang adalah soal Face ID.

Apakah benar-benar bisa menggantikan touch ID?

Secara subjektif, saya bilang bisa.

Setelah pakai hampir 2 minggu, saya merasa nyaman-nyaman saja pakai Face ID, karena tidak butuh upaya lebih.

Tinggal lihat layar, kunci hp langsung ke buka, terus kita bisa langsung lihat isi notifikasi.

Kalau benar-benar mau buka lockscreen, harus swipe layar lebih dulu.

Saya pribadi tidak ada keluhan dengan akurasi dan kecepatannya, terasa sangat fleksibel.

Bisa diteksi layar dari dekat ataupun agak jauh.

Bahkan Face ID ini bisa berfungsi dalam keadaan benar-benar gelap.

Jadi fix, Face ID yang ditawarkan adalah pemindai wajah yang terbaik untuk saat ini.

Asiknya lagi sensor dan kamera Face ID ini juga bisa deteksi pergerakan wajah kita dengan cukup detail.

Bisa kita pakai seru-seruan lewat animoji dengan merekam gerakan wajah atau malah plus suaranya.

Hasilnya pun sangat oke dan lucu.

Selebihnya apa yang ditawakan iOS pada iPhone X sama seperti pada seri iPhone lainnya.

Hardware iPhone X
Spek teknis iPhone X serupa iPhone 8 Plus yang sebelumnya sudah pernah saya review.

Jadi praktis sudah bisa kebayang performanya secepat apa.

Dan skor AnTuTu benchmarknya 219ribu poin.

Semua game bisa berjalan lancar dan optimal, termasuk untuk game-game Augmanted Reality (AR), semua berjalan super smooth.

Sensasi nge-game ataupun menonton di iPhone X, terus terang memang juara.

Tampilan nge-game jadi super lega, khususnya buat game-game yang sudha support ratio layarnya.

Baik yang portrait ataupun landscape.

Tapi buat game yang belum support, sayangnya tidak ada opsi untuk ubah tampilannya ke full screen.

Hasilnya terlihat ada black bar.

Sedangkan untuk aplikasi Youtube ternyata sudah support fitur zoom, untuk nonton full screen.

Selain ukurannya yang lega dan bezelless, layar iPhone X juga bisa disebut yang terbaik, versi DisplayMate.

Mengalahkan Samsung Galaxy Note 8.

Layarnya punya resolusi 2436x1125 pixels, brightness tertinggi 634 nits, dukungan HDR 10, truetone, dan juga 3D touch.

Satu hal lagi yang saya sangat suka dari hp sekecil ini adalah adanya dual speaker stereo.

Dengan kata lain bermultimedia di iPhone X bakal terasa sangat menyenangkan.

Dengan spek dan teknologi serba canggih, pastinya kita penasaran seberapa kuat sih baterainya.

Kalau diukur-ukur, ketahanan baterai iPhone X yang kapasitasnya 2716 mAh ini hampir sama seperti iPhone 7 Plus atau iPhone 8 Plus.

Alias lebih baik dari iPhone 7 atau iPhone 8.

Rata-rata daya tahannya sekitar 10 sampai 12 jam dengan catatan pengguaan aktif lebih dari 3 media sosial, main game online sekitar 1 jam, dan streaming youtube sekitar 1 jam.

Lalu untuk mengisi dayanya dari 0 sampai penuh butuh waktu 2 jam 15 menit, pakai charger bawaan yang belum support fast charging.

Kamera iPhone X
Posisi dual kamera iPhone X vertikal, beda dari iPhone 7 Plus atau iPhone 8 Plus yang sejajar horizontal.

Pada prakteknya, kualitas kedua kameranya tidak terlalu beda jauh.

Kamera utamanya, yaitu yang atas, beresolusi 12 megapixel f/1.8 dilengkapi OIS.

Kamera kedua, yaitu yang bawah, dengan lensa telephoto 2x zoom, beresolusi 12 megapixel f/2.4, dan OIS.

Karakteristik kamera iPhone X masih belum berubah dari para pendahulunya.

Hasil jepretannya hampir terlalu natural dengan warna yang akurat.

Performa low lightnya impresif, apalagi kalau disiang hari, atau saat banyak cahaya.

Satu hal lain yang menarik adalah hadirnya fitur portrait lighting, yakni efek bokeh dengan cahaya yang bervariasi ala studio photo.

Kita bisa menerapkan efek lighting ini sebelum ataupun sesudah memotret.

Saat digunakan hasilnya 50:50, ada yang berhasil, tapi tidak sedikit yang gagal.

Butuh sedikit trik.

Hal serupa untuk kamera depannya.

Sebenarnya kamera depannya ini cuma satu, resolusinya 7 megapixel.

Tapi karena ada sensor true depth, jadi kita juga bisa pakai efek portrait lighting di kamera depan.

Walaupun masih beta, hasilnya cukup menyenangkan.

Kalau bicara soal video, iPhone X adalah salah satu rajanya.

OISnya optimal, change focus responsif, bahkan kita bisa rekam video 4K 60fps, atau slow motion full HD 240fps.

Harga iPhone X

Rp 18 - 22 jutaan, cek harga iPhone terbaru lainnya
Lihat review iPhone yang lain
iPhone 8 Plus
iPhone 7 Plus
iPhone 7

Spesifikasi iPhone X

- GSM/LTE
- Super AMOLED kapasitif 5.8 inci; 2436x1125p
- 6-core 2.39 GHz (2x Monsoon + 4x Mistral) Apple A11 Bionic
- Apple GPU 3 core
- RAM 3GB
- Storage 64/256GB
- iOS 11.1
- Kamera belakang dual 12 megapixel
- Kamera depan 7 megapixel
- Face ID, accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer
- Tanpa lepas li-ion 2716 mAh; fast charging